Thursday, May 16, 2013

Hitler Lengkapi Pasukannya Dengan Boneka Pemuas Seks di PD II

Hitler Lengkapi Pasukannya Dengan Boneka Pemuas Seks di PD II
Memasukkan boneka dalam perlengkapan perang tentara Nazi merupakan perintah langsung dari sang pemimpin Adolf Hitler.

Hitler melakukan hal itu terkait banyaknya tentara yang terjangkit penyakit kelamin akibat sering berhubungan bebas dengan para pelacur.

Menurut hasil penelitian Graeme Donald, seorang pengarang buku, yang dirilis oleh harian the Sun, mengungkapkan  bahwa pada masa Perang Dunia II, ilmuwan Nazi mengembangkan sebuah boneka seks sintetis untuk para tentara Nazi saat mereka berada di Paris.

Saat itu, kondisi prajurit Nazi disebut sangat mengenaskan karena banyak dari mereka yang mengidap penyakit kelamin.

"Bahaya paling besar di Paris adalah kemunculan para pelacur, yang bertebaran di bar, lantai dansa dan tempat lainnya," ujar pernyataan pimpinan tentara Nazi SS, Heinrich Himmler dalam catatannya.

Hitler sendiri telah menyetujui rencana pembuatan boneka seks yang digambarkan memiliki rambut pirang dan bermata biru. Bentuknya yang tidak terlalu besar mempermudah tentara menyimpannya di dalam tas.

Sebelum diluncurkan, pihak militer tidak lupa melakukan uji coba. Himmler yang terkesan dengan boneka itu pun akhirnya memesan sekitar 50 unit untuk anak buahnya.

Proyek ini akhirnya dihentikan tahun 1943 akibat banyaknya penolakan dari tentara Jerman yang tidak ingin dipermalukan jika tertangkap tentara Inggris.

"Akhirnya ide ini mendapat penolakan dan tempat dimana seluruh boneka itu dibuat beserta dengan isinya dihancurkan dalam pemboman di Dresden," ujar Graeme Donald.

Graeme Donald menemukan fakta proyek ini saat ia meneliti sejarah boneka Barbie yang menurutnya diciptakan berdasarkan boneka seks setelah masa peperangan.
(Heinrich Himmler, perwira pimpinan tentara SS)

No comments:

Post a Comment