Thursday, March 14, 2013

Pangeran Arab Protes Tak Masuk 10 Besar Orang Terkaya Dunia

Pangeran Arab Protes Tak Masuk 10 Besar Terkaya Dunia
Pangeran Al Waleed Bin Talal asal Arab Saudi melayangkan protes karena Majalah Forbes tidak memasukkannya ke dalam peringkat 10 besar orang terkaya di dunia, dan menganggap Forbes salah menghitung kekayaannya. Lalu bagaimana tanggapan Forbes?

Kerry A. Dolan selaku staf Forbes yang mengerjakan soal kekayaan dan daftar miliuner dunia menjawab hasil wawancara CNBC dengan Direktur Keuangan Kingdom Holding Shadi Sanbar selaku perusahaan milik Pangeran Al Waleed.

princ Al Waleed Bin Talal
Prince Al Waleed bin Talal

Perihal  kesalahan menghitung kekayaan Sang Pangeran, Forbes mengatakan pihaknya sangat independen dalam menghitung kekayaan dan aset pada miliuner yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

"Kami sudah 27 tahun menghitung kekayaan para miliuner di seluruh dunia, mulai dari Amerika, Eropa, China, India, Afrika, dan juga beberapa negara di Asia," sebut Kerry dalam pernyataannya.

Kemudian, Forbes juga memanggil para ahli untuk dimintai nasihat dan pandangan terkait kekayaan seorang miliuner untuk Kingdom Holding. Kerry mengatakan, Forbes telah menghitung semua aset, baik itu hotel yang dimiliki pangeran seperti Four Seasons, dan juga saham-saham yang dimiliki hotel tersebut, seperti di Hotel Savoy di London ataupun di Hotel George V di Paris. Perhitungan ini dibuat dengan berkonsultasi bersama para bankir investasi dan juga pada pakar bisnis perhotelan.

"Kami juga menghitung harga terkini dari Hotel Marriott dan Starwood sebagai pembanding, sehingga bisa dilihat pemasukan dari bisnis hotel. Kami juga menghitung nilai modal dari laporan keuangan 2012 dari Kingdom Holding yang kami perkirakan banyak dihasilkan dari bisnis hotelnya," kata Kerry.

Terkait pernyataan Sanbar soal perlakuan berbeda Forbes untuk perhitungan kekayaan orang Timur Tengah, Kerry mengatakan, selama ini pihaknya telah menghitung lusinan kekayaan para miliuner asal Timur tengah, dan tidak pernah mendapat komplain atau protes.

Pangeran Al Waleed bin Talal
Prince Al Waleed bin Talal berpose di dalam pesawat Airbus A380 pribadinya yang berlapis emas

"Bahkan beberapa tidak mau bekerjasama dengan kami. Tidak ada juga yang meminta dihilangkan dari daftar orang terkaya Forbes. Jika ada yang meminta untuk dihilangkan dari daftar Forbes, maka kami tidak bisa melakukannya, kecuali kekayaannya ternyata di bawah US$ 1 miliar," ujar Kerry.

Memang pihak Pangeran Alwaleed meminta untuk dihilangkan dari daftar orang terkaya Forbes karena merasa Forbes tidak menghitung kekayaannya dengan benar. Semua miliuner yang masuk daftar Forbes adalah mereka dengan kekayaan US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9,5 triliun ke atas.

"Forbes akan tetap memasukkan Pangeran Alwaleed dalam daftar miliunernya selama hasil riset kami menyatakan kekayaannya US$ 1 miliar ke atas. Kami tidak memerlukan kerja sama dari dia untuk menghitung kekayaannya," cetus Kerry.

(CNBC, Forbes)

No comments:

Post a Comment