Thursday, March 14, 2013

10 Produk Google Ini Ternyata Gagal Total !

Ternyata 10 Produk Google ini Gagal Total
Dunia dan internet seakan telah di-Google-kan. Raksasa teknologi ini  membuat pelbagai macam layanan guna memudahkan pekerjaan manusia. Namun  tahukah Anda jika Google juga miliki produk gatot atau gagal total? Dan berikut ini 10 produk gagal Google yang dikutip dari HowStuffWorks.


1. Google Wave

Mungkin ini layanan Google yang paling gatot. Jika Google+ tak terus lakukan inovasi dan inovasi, pasti akan bernasib sama dengan  Google Wave. Tatkala pertama kali muncul (2009) terbatas via invitation, digadang-gadang pesaing kuat Facebook dengan didukung penuh layanan  Google: Gmail, Youtube, Buzz, dll. Namun apa lacur, tak sesuai dengan  yang dihebohkan.


2. Google Video
Sebelum mengakuisisi Youtube dengan mahar USD 1,65 miliar, Google  miliki layanan video sendiri yakni Google Video. Setelah akuisisi  Youtube, Google Video sempat beberapa kali berubah layanan. Diluncurkan  tahun 2005, Google Video bahkan pernah menyasar ke bentuk penyewaan  video.



3. SearchWiki, Knol, dan Sidewiki
SearchWiki, Knol, dan Sidewiki, adalah beberapa layanan yang  diciptakan Google untuk membunuh Wikipedia (2008). Layanan terebut dalam bentuk ekstensi browser. Namun upaya ini gagal. Knol ditutup  pada Mei 2012. SearchWiki berhenti beroperasi pada akhir tahun 2010. Dan Sidewiki terhenti layanannya pada September 2011.



4. Google Buzz
Masih terngiang bagaimana Google begitu menggembor-gemborkan layanan  ini tiga tahun lalu. 2010, Google Buzz bahkan diintegrasikan ke Gmail  dan muncul di laman situs-situs internet bersanding dengan tombol Like  Twitter dan Tweet Facebook. Google Buzz resmi tumbang pada 2011.



5. Google Notebook dan Shared Stuff
Dua layanan ini akhirnya digantikan atau dilebur dalam produk sukses Google lainnya seperti Google Docs dan Google Reader. Google Docs pun kini juga dilebur dalam Google Drive dengan plus penyipanan dokumen dan berkas di ‘awan’.



6. Jaiku
Google mengakuisisi Jaiku sebuah situs microblogging pada  tahun 2007 lalu. Tahun 2009, Twitter menggelora dan jadi primadona di  seluruh dunia. Pada tahun yang sama, muncul keretakan di internal Google yang berakibat penutupan Jaiku.



7. Dodgeball
Tahun 2005 Google lakukan dua akuisisi penting: Android dan  Dodgeball. Yang pertama sukses besar. Yang kedua, justru sukses di  tempat lain. Dodgeball didirikan Dennis Crowley pada Mei 2005 yang  kemudian justru tak ada kepastian tatkala dipinang Google. Dua tahun  berkecamuk dengan stres, Dennis Crowley hengkang dari Google dan  mendirikan Foursquare yang sukses hingga sekarang.



8. Google Print Ads dan Google Radio Ads
Keduanya menyasar ke bisnis iklan namun dengan media yang berbeda  konvensional (cetak) dan radio. Sayangnya dua proyek iklan ini tak  berkelanjutan. Patut diingat jika dua iklan tersebut menyasar ke audiens offline. Google metrik sendiri menerjemahkan ke audiens online.
  
9. Google Answer
Layanan ini serupa dengan apa yang dimili Yahoo!, Yahoo! Answer.  Namun jika difikir secara logika, jika kita bertanya padanya (Google) di mesin pencarian dan mendapatkan jawaban sangat cepat di hasil penelusuran, mengapa  harus perlu layanan Google Answer? Ini yang menjadikan gagal.



10. Google Lively
Konsepnya sederhana dan menarik. Pengguna seakan hidup dalam dunia virtual dan berkomunikasi (chat) via avatar 3D. Sayangnya Google Lively hanya bernafas selama satu semester di tahun 2008.

No comments:

Post a Comment